Belajar Kelompok Kimia, dengan Siswa Kelas 11 IPA Mengamati laju reaksi pada reaksi antara KMnO4 dan HCL

0 13

Belajar Kelompok Kimia, dibimbing langsung oleh Guru Kimia, Lasti Motofifin, ST dengan siswa kelas 11. IPA.1 bertempat di Ruang Laboratorium, Kamis, 18/10/19, pada Materi “Mengamati laju reaksi pada reaksi antara KMnO4 dan HCL”

Laju reaksi adalah kecepatan proses terjadinya suatu reaksi, sehingga reaktan habis dan berubah menjadi produk reaksi. Laju reaksi ada yang cepat dan ada yang berlangsung lambat. Contoh laju reaksi berlangsung cepat adalah reaksi antara larutan asam dan basaatau reaksi pembakaran campuran bensin dan udara di dalam mesin kendaraan bermotor. Sedangkan contoh laju reaksi yang berlangsung lambat adalah perkaratan besi, reaksi-reaksi kimia dalam tubuh, dan reaksi antara bahan cat dan oksigen. Secara matematik, rumus umum laju reaksimerupakan perubahan jumlah molar zat per satuan waktu, ditulis sebagai berikut:

Di mana:
v = laju reaksi (M/s)
Δ[x] = perubahan konsentrasi molar zat (M)
Δt = perubahan waktu (s)
n   = jumlah mol zat terlarut (mol)
V   = volume larutan/ruangan gas (L)
Kelajuan reaksi makin lama akan semakin kecilnilainya apabila:

  1. Jumlah reaktan yang semakin berkurang dan pada akhirnya bernilai nol (reaksi selesai)
  2. Jumlah produk yang semakin bertambah dan pada akhirnya bernilai tetap (reaksi selesai)

Konstanta Laju Reaksi

Konstanta laju reaksi (k)adalah tetapan yang harganya bergantung pada jenis pereaksi, suhu, dan katalis. Nilai konstanta laju reaksi berbanding terbalikdengan perubahan waktu. Semakin cepat reaksi berlangsung, maka nilai k semakin besar. Dan nilai konstanta laju reaksi berbanding lurus dengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu reaksi, maka nilai k semakin besar.
Kelajuan suatu reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hal ini dapat dijelaskan menggunakan teoridan praktik/eksperimen.Secara eksperimen, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, terdapat:

  1. Variabel bebas/manipulasi, yaitu variabel yang dapat diubah-ubah dalam eksperimen. Contoh: ukuran keping pualam (faktor luas permukaan), konsentrasi zat (faktor konsentrasi).
  2. Variabel terkontrolyaitu variabel yang dibuat tetap dalam seluruh eksperimen. Contoh: larutan yang diubah-ubah konsentrasinya, walaupun konsentrasinya berubah tetapi jenis larutannya tetap.
  3. Variabel terikat/responsyaitu variabel yang dihasilkan eksperimen. Contoh: dari seluruh eksperimen terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dihasilkan data berupa laju reaksi dan lama reaksi (waktu).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat