SEKILAS INFO
: - Senin, 03-08-2020
  • 3 bulan yang lalu / Kita dukung kebijakan pemerintah dan anjuran ulama dalam darurat Covid19 untuk STAY AT HOME, jaga kebersihan, terapkan social distancing. Semoga Indonesia segera terbebas dari wabah CORONA19
  • 3 bulan yang lalu / Selamat Datang d Website Resmi SMA NU Juntinyuat Indramayu Jawa Barat
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website SMA NU Juntinyuat Indramayu Jawa Barat
Guru Jadi Petugas Upacara dalam  Peringatan Hari Guru Nasional di SMA NU Juntinyuat

INDRAMAYU—Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2019, SMA NU Juntinyuat Kabupaten Indramayu di lingkungan Yayasan Ibu Hj. Chodijah Segeran melaksanakan upacara bendara, Senin (25/11/2019).

Biasanya petugas upacara dilakukan para siswa, namun kali ini petugas upacaranya semua guru, dengan memakai seragam Batik Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Para guru ini bertugas menaikkan Bendera Merah Putih, menjadi pemimpin upacara, pembaca teks UUD 1945, sampai menjadi dirijen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

“Tahun ini, kita tugaskan para guru untuk menjadi petugas upacara, karena kita ingin memperingati Hari  Guru dengan cara yang tak biasa, gurunya menjadi petugas upacara, selama inikan para siswa kita,” kata Burhanudin, M.Pd.I, Kepala Sekolah SMA NU Juntinyuat.

Selain itu juga untuk memberikan contoh kepada para siswa untuk lebih meningkatkan kualitas dalam berwawasan nasional dan kebangsaan, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.

“Kita ingin guru kita bisa memberikan contoh sekaligus pelajaran kepada anak didik, dan juga untuk bersikap lebih profesional dalam memberikan pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku, salah satunya dengan menjadi petugas upacara,” ujarnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan tema Hari Guru Nasional tahun 2019 ini, yakni Guru Penggerak Indonesia maju, diharapkan para guru juga harus lebih bersikap dan bergerak mandiri sesuai dengan jati diri guru dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, terutama para guru.

Sementara itu Burhanudin, M.Pd.I selaku Kepala sekolah dalam sambutanya membacakan sebuah puisi:

Guru berdiri di depan kelas,

dan siswa memberi penghormatan, itu bukan karena guru haus kehormatan, tetapi karena siswa sedang diajar untuk tahu menghormati,…

Guru mengajar didepan kelas, siswa diminta memperhatikan, bukan karena guru tak tahu metode mengajar yang baik, tetapi karena siswa sedang diajar untuk menghargai orang lain.,…

Guru memberikan Pekerjaan Rumah, siswa diminta menyelesaikan, bukan karena guru memberi beban tambahan, tetapi karena siswa sedang diajar untuk bisa mengisi waktu berkualitas

Guru merobek kertas ujian karena menyontek, siswa diminta mengikuti ujian susulan, bukan karena guru berlaku jahat, tetapi karena siswa sedang diajar pentingnya kejujuran…

Guru membuat jadwal kebersihan, siswa diminta membersihkan lingkungan, bukan karena guru mau seenaknya memerintah,  tetapi karena siswa diajar untuk bisa bertanggung jawab,…

Guru berbicara keras karena siswa kurang memperhatikan, bukan karena guru benci, tetapi karena siswa sedang diajar untuk sadar akan kesalahan,…

Guru memukul siswa karena bandel, bukan karena guru marah, tetapi karena siswa sedang diajar untuk mengerti kebaikan,…

Guru memberi hukuman yang wajar, bukan karena guru tak punya kasih, tetapi karena siswa sedang diajar mengakui kesalahan,…

Guru melarang siswa melakukan hal-hal yang terlihat asyik, bukan karena guru tak mengerti kesenangan siswa, tetapi karena siswa sedang diajar untuk melihat masa depan lebih baik,…

Tanyakan pada mereka yang sukses sekarang, pantaskah membenci seorang guru ?

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم

Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru)

Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian

مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم

Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku

أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي

Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii

Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku

كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم

Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum

Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu

لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي

Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii

Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam, kukatakan demi Alloh aku rela gembira demi cintaku padamu

أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم

Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum

Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho

كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك

Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik

Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur

فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَ Guru berdiri di depan kelas,

dan siswa memberi penghormatan, itu bukan karena guru haus kehormatan, tetapi karena siswa sedang diajar untuk tahu menghormati,…

Guru mengajar didepan kelas, siswa diminta memperhatikan, bukan karena guru tak tahu metode mengajar yang baik, tetapi karena siswa sedang diajar untuk menghargai orang lain.,…

Guru memberikan Pekerjaan Rumah, siswa diminta menyelesaikan, bukan karena guru memberi beban tambahan, tetapi karena siswa sedang diajar untuk bisa mengisi waktu berkualitas

Guru merobek kertas ujian karena menyontek, siswa diminta mengikuti ujian susulan, bukan karena guru berlaku jahat, tetapi karena siswa sedang diajar pentingnya kejujuran…

Guru membuat jadwal kebersihan, siswa diminta membersihkan lingkungan, bukan karena guru mau seenaknya memerintah,  tetapi karena siswa diajar untuk bisa bertanggung jawab,…

Guru berbicara keras karena siswa kurang memperhatikan, bukan karena guru benci, tetapi karena siswa sedang diajar untuk sadar akan kesalahan,…

Guru memukul siswa karena bandel, bukan karena guru marah, tetapi karena siswa sedang diajar untuk mengerti kebaikan,…

Guru memberi hukuman yang wajar, bukan karena guru tak punya kasih, tetapi karena siswa sedang diajar mengakui kesalahan,…

Guru melarang siswa melakukan hal-hal yang terlihat asyik, bukan karena guru tak mengerti kesenangan siswa, tetapi karena siswa sedang diajar untuk melihat masa depan lebih baik,…

Tanyakan pada mereka yang sukses sekarang, pantaskah membenci seorang guru ?

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم

Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru)

Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian

مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم

Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku

أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي

Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii

Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku

كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم

Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum

Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu

لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي

Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii

Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam, kukatakan demi Alloh aku rela gembira demi cintaku padamu

أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم

Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum

Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho

كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك

Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik

Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur

فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَ

Nasib Guru itu sama dengan Gula, Ketika minuman kopi terlalu manis yg disalahkan gula, Orang bila Kebanyakan Gulanya, kalau minuman kopi itu terlalu pahit Juga yang disalahkan Gula, orang bilang Gulanya terlalu sedikit. Tapi bila komposisi Gula dan kopinya pas sehingga minuman kopi itu enak dIsruput, orang akan bilang apa ??, waduuh Minuman Kopinya mantap.

Selamat memperingati hari Guru tgl 25 November 2019…

BANGGALAH MENJADI GURU..

 

TINGGALKAN KOMENTAR

WhatsApp chat