INFO
Selamat Datang di Website resmi SMA NU Juntinyuat
SPMB

JANGAN TINGGALKAN AL-QUR’AN

Artikel 3

Cahaya dalam Kehidupan, Bekal di Akhirat, dan Syafaat di Hari Kiamat

Oleh: Dr. H. Burhanudin, M.Pd.I

Dalam kehidupan ini, kita sering disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Mencari rezeki, mengejar cita-cita, membangun karier, menjaga kedudukan, dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Semua itu penting. Namun, jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa kepada bekal yang jauh lebih penting untuk kehidupan akhirat.

Salah satunya adalah Al-Qur’an.

Kita sering mengatakan bahwa kita mencintai Al-Qur’an. Tetapi mari kita bertanya kepada diri sendiri:

Sudah berapa lama kita membaca Al-Qur’an setiap hari? Berapa ayat yang kita pahami? Dan sudah berapa banyak ajaran Al-Qur’an yang kita amalkan dalam kehidupan kita?

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus…”
(QS. Al-Isra’: 9)

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca ketika ada waktu luang. Al-Qur’an adalah petunjuk yang Allah SWT berikan agar manusia memiliki arah dalam menjalani kehidupan.

Ketika hati sedang gelisah, bacalah Al-Qur’an.
Ketika hidup terasa berat, dekatilah Al-Qur’an.
Ketika sedang bingung menentukan pilihan, kembalilah kepada petunjuk Allah.

Sebab ketenangan sejati bukan semata-mata karena banyaknya harta, tingginya jabatan, atau luasnya popularitas.

Allah SWT berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

SATU HURUF DARI AL-QUR’AN PUN BERNILAI PAHALA

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.”
(HR. Tirmidzi)

Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Satu huruf mendapatkan pahala.
Satu ayat memberikan pelajaran.
Satu halaman bisa menjadi pengingat.
Dan satu pesan Al-Qur’an yang benar-benar kita amalkan dapat mengubah jalan hidup kita.

Maka jangan pernah merasa malu karena belum lancar membaca Al-Qur’an.

Teruslah belajar.

Rasulullah SAW juga memberikan kabar gembira kepada orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan bersungguh-sungguh. Baginya terdapat dua pahala, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim.

Yang terpenting bukan merasa sudah sempurna, tetapi mau terus belajar, membaca, memahami, dan mengamalkan.

JANGAN MENUNGGU TUA UNTUK DEKAT DENGAN AL-QUR’AN

Kita tidak pernah tahu kapan perjalanan hidup ini berakhir.

Jabatan yang kita banggakan akan kita tinggalkan.
Harta yang kita kumpulkan akan kita tinggalkan.
Rumah yang kita bangun akan kita tinggalkan.
Kendaraan yang kita miliki akan kita tinggalkan.

Bahkan orang-orang yang kita cintai pada akhirnya hanya dapat mengantarkan kita sampai ke tempat peristirahatan terakhir.

Karena itu, jangan menunggu tua untuk rajin membaca Al-Qur’an.

Jangan menunggu sakit untuk memperbanyak ibadah.

Jangan menunggu datangnya masalah baru mendekat kepada Allah.

Dan jangan menunggu kematian semakin dekat baru kita ingin berubah.

Mulailah hari ini.

Karena kita tidak pernah tahu kapan Allah SWT memanggil kita untuk kembali kepada-Nya.

AL-QUR’AN DAN SYAFAAT DI HARI KIAMAT

Ada kabar yang sangat menggembirakan bagi orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim)

Pada hari kiamat, manusia tidak lagi sibuk mengejar harta.

Tidak ada lagi kesibukan mengejar jabatan.
Tidak ada lagi perlombaan mencari popularitas.
Yang dicari manusia hanyalah keselamatan dan pertolongan Allah SWT.

Karena itu, jangan tinggalkan Al-Qur’an selama kita masih diberikan kesempatan hidup.

Ungkapan “Al-Qur’an akan mencarimu di hari kiamat” bukan berarti Al-Qur’an secara harfiah berjalan mencari manusia. Ungkapan tersebut merupakan pengingat agar kita senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, karena berdasarkan hadis sahih, Al-Qur’an akan datang memberikan syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat.

JANGAN HANYA MEMBACA, TETAPI PAHAMI DAN AMALKAN

Namun, ada hal yang tidak boleh kita lupakan.

Jangan sampai kita hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan di lisan, tetapi tidak menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, maka mari kita belajar untuk jujur.

Al-Qur’an mengajarkan amanah, maka mari kita jaga setiap amanah yang diberikan kepada kita.

Al-Qur’an mengajarkan keadilan, maka mari kita berlaku adil.

Al-Qur’an melarang kezaliman, maka jangan sampai tangan, lisan, ataupun kekuasaan kita digunakan untuk menzalimi orang lain.

Karena itu, hubungan kita dengan Al-Qur’an jangan berhenti pada membaca.

Tetapi teruskan dengan memahami.

Kemudian diwujudkan dalam mengamalkan.

Bacalah Al-Qur’an dengan lisan, pahami dengan akal, resapi dengan hati, dan buktikan dengan perbuatan.

Itulah tanda bahwa Al-Qur’an benar-benar hidup dalam diri kita.

JANGAN SAMPAI AL-QUR’AN MENJADI SAKSI ATAS KELALAIAN KITA

Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat.

Maka jangan sampai kita rajin membacanya, tetapi perilaku kita justru jauh dari nilai-nilai yang diajarkannya.

Jangan sampai ayat tentang amanah sering kita baca, tetapi amanah kita abaikan.

Jangan sampai ayat tentang keadilan sering kita lantunkan, tetapi kita berlaku tidak adil.

Jangan sampai lisan kita membaca Al-Qur’an dengan indah, tetapi perbuatan kita menyakiti dan merugikan sesama.

Al-Qur’an bukan sekadar untuk didengar oleh telinga. Al-Qur’an harus menyentuh hati dan mengubah perilaku.

MARI KITA MULAI DARI HARI INI

Tidak perlu menunggu Ramadan.

Tidak perlu menunggu pensiun.

Tidak perlu menunggu usia tua.

Tidak perlu menunggu hati menjadi sempurna.

Mulailah hari ini.

Satu halaman setiap hari.
Jika belum mampu, beberapa ayat.
Jika belum lancar, teruslah belajar.
Jika belum memahami maknanya, pelajarilah sedikit demi sedikit.

Yang penting istiqamah.

Sebab hidup ini terlalu singkat untuk kita habiskan hanya dengan mengejar dunia.

Pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah SWT.

Maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabat dalam perjalanan hidup.

Bacalah ketika bahagia.
Bacalah ketika sedih.
Bacalah ketika mendapatkan nikmat.
Bacalah ketika menghadapi masalah.
Bacalah ketika hati terasa berat.

Jangan tinggalkan Al-Qur’an.

Dekatilah Al-Qur’an selagi kita masih diberi kesempatan.

Semoga ketika kita meninggalkan dunia, Al-Qur’an menjadi salah satu amal yang kita harapkan memberikan syafaat bagi kita di hadapan Allah SWT.

DOA

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an cahaya dalam kehidupan kami, penenang hati kami, petunjuk dalam setiap langkah kami, dan syafaat bagi kami pada hari kami menghadap-Mu.

Ya Allah, dekatkanlah hati kami dengan Al-Qur’an. Mudahkanlah lisan kami membacanya, lapangkan hati kami untuk memahami kandungannya, dan kuatkan kami untuk mengamalkan ajarannya.

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

—

MARI IKUT MEMBANGUN PESANTREN DAN GENERASI QUR’ANI

Bagi para pembaca yang berkenan ikut membantu pembangunan pesantren, dapat menyalurkan donasi melalui:

Bank BTN
No. Rekening: 1000801570164702

Semoga setiap rupiah yang kita sedekahkan menjadi amal jariyah, menjadi jalan lahirnya generasi Qur’ani, dan menjadi bekal kebaikan yang terus mengalir meskipun kita telah meninggalkan dunia.

Mari membangun pesantren, membangun generasi, dan membangun masa depan umat.

Semoga Allah SWT menerima setiap doa, ikhtiar, dan sedekah kita, memberikan keberkahan dalam kehidupan kita, serta menjadikannya sebagai amal yang bermanfaat dunia dan akhirat.

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

🌿 Jangan tinggalkan Al-Qur’an hari ini, karena kita tidak tahu betapa kita akan membutuhkannya kelak.Kalau Bapak ingin, saya juga bisa membuat versi yang lebih “khas bahasa Bapak” untuk postingan Facebook/WhatsApp, dengan gaya Embun Pagi, lebih menyentuh, singkat, dan diakhiri ajakan “Semoga bermanfaat, Aamiin… jangan lupa bahagia.”

Apakah informasi ini bermanfaat?