
INDRAMAYU – Membangun generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan sadar hukum membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi kepolisian dan lembaga pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan upacara bendera hari Senin di SMA NU Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Juntinyuat melalui Aipda Abdul Azis bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memberikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh peserta upacara.

Dalam amanatnya, Aipda Abdul Azis menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian para pelajar di tengah berbagai tantangan pergaulan remaja saat ini.
Pertama, menjauhi geng motor. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh kelompok atau komunitas yang mengarah pada tindakan kekerasan, tawuran, dan aktivitas yang mengganggu ketertiban masyarakat. Menurutnya, menjadi anak muda yang keren bukan berarti harus ikut-ikutan geng motor, melainkan mampu menunjukkan prestasi, kreativitas, dan kontribusi positif bagi lingkungan.
Kedua, menjauhi penyalahgunaan obat-obatan keras. Aipda Abdul Azis mengingatkan pentingnya menjaga diri dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan tanpa resep dan pengawasan tenaga medis. Para siswa diharapkan lebih cerdas dalam memilih pergaulan serta tidak mudah tergoda oleh ajakan teman yang dapat merusak kesehatan dan masa depan.
Ketiga, tidak menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong. Para pelajar juga diajak untuk menjadi pengguna jalan yang tertib dan bertanggung jawab. Penggunaan knalpot brong bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat karena suara bising, tetapi juga menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap aturan lalu lintas dan lingkungan sekitar.
Aipda Abdul Azis berharap para siswa dapat memahami bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan dunia pendidikan dalam mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.
Pihak SMA NU Juntinyuat memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk edukasi yang sangat positif. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial bagi generasi muda.
Pesan penting dari kegiatan ini adalah bahwa masa depan generasi muda tidak ditentukan oleh seberapa berani mereka melanggar aturan, tetapi oleh seberapa mampu mereka menjaga diri, menghargai orang lain, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh siswa SMA NU Juntinyuat semakin tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, taat hukum, serta mampu menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.