INFO
Selamat Datang di Website resmi SMA NU Juntinyuat
SPMB

Hari Kesaktian Pancasila: Dari Indramayu, Kita Belajar Menjadi Generasi yang Berkarakter

Artikel 8

Hari Kesaktian Pancasila: Dari Indramayu, Kita Belajar Menjadi Generasi yang Berkarakter

Oleh:
Ulinniam (Guru SMA NU Juntinyuat)

Setiap tanggal 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bagi sebagian siswa, peringatan ini mungkin terasa seperti agenda rutin sekolah: upacara, mendengarkan amanat, lalu kembali ke kelas. Tetapi, sebagai guru, saya ingin mengajak kalian melihatnya dari sudut yang berbeda.

Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya tentang mengingat sejarah. Lebih dari itu, hari ini adalah kesempatan bagi kita untuk bertanya kepada diri sendiri: “Apa arti Pancasila bagi kehidupan kita sebagai pelajar hari ini?”

Kalian adalah generasi yang tumbuh di zaman yang sangat berbeda. Dunia kalian tidak hanya berada di ruang kelas, halaman sekolah, atau lingkungan rumah. Dunia kalian juga ada di layar handphone, media sosial, YouTube, TikTok, gim, dan berbagai ruang digital lainnya. Informasi datang begitu cepat. Tren berubah setiap saat. Apa yang viral hari ini bisa terlupakan besok.

Di tengah perubahan itu, Pancasila justru menjadi semakin penting.

Bukan berarti kalian harus menjadi generasi yang selalu berbicara tentang Pancasila dengan bahasa yang kaku. Justru sebaliknya, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam cara kalian berpikir, berbicara, berteman, menggunakan media sosial, dan mengambil keputusan.

Ketika kalian tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, itu adalah bentuk tanggung jawab.

Ketika kalian menghargai teman yang berbeda pendapat, berbeda latar belakang, atau berbeda pilihan, itu adalah semangat persatuan.

Ketika kalian membantu teman yang sedang kesulitan tanpa mengharapkan pujian, itu adalah kemanusiaan.

Ketika kalian berani menyampaikan pendapat tetapi tetap menghormati orang lain, itu adalah demokrasi.

Dan ketika kalian belajar dengan sungguh-sungguh agar suatu hari dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa, itu adalah bagian dari pengamalan Pancasila.

Belajar dari Indramayu

Kita hidup dan belajar di Indramayu, sebuah daerah yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan karakter masyarakat yang kuat. Ada semangat gotong royong, kehidupan masyarakat pesisir, tradisi agraris, kesenian daerah, bahasa dan budaya lokal, serta nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kearifan lokal tersebut sebenarnya memiliki hubungan yang erat dengan nilai Pancasila.

Dari petani kita belajar tentang ketekunan.

Dari nelayan kita belajar keberanian menghadapi ketidakpastian.

Dari masyarakat desa kita belajar tentang gotong royong.

Dari para orang tua dan sesepuh kita belajar bahwa kehidupan tidak hanya tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi juga tentang siapa yang mau berjalan bersama.

Karena itu, menjadi generasi muda Indramayu bukan berarti harus meninggalkan budaya lokal ketika memasuki dunia modern. Justru tantangan kalian adalah bagaimana membawa nilai-nilai baik dari tanah kelahiran ke dalam kehidupan masa depan.

Jangan sampai kita menjadi generasi yang hafal banyak tren tetapi lupa akar budaya sendiri.

Jangan sampai kita mengenal tokoh-tokoh dari berbagai belahan dunia, tetapi tidak mengenal sejarah dan potensi daerah sendiri.

Dan jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk berkembang justru membuat kita kehilangan rasa peduli terhadap orang-orang di sekitar.

Pancasila di Era Gen Z dan Generasi Alpha

Anak-anak yang saya banggakan,

Kalian tidak harus menunggu menjadi pejabat, tokoh masyarakat, atau orang terkenal untuk mengamalkan Pancasila.

Mulailah dari hal-hal sederhana.

Datang ke sekolah dengan niat belajar.
Menghormati guru dan orang tua.
Tidak melakukan perundungan.
Tidak merendahkan teman.
Berani meminta maaf ketika salah.
Mau bekerja sama dengan siapa saja.
Bijak menggunakan media sosial.
Dan tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Itulah Pancasila yang hidup.

Sebab Pancasila tidak cukup hanya diucapkan saat upacara. Pancasila harus terlihat dalam karakter dan perilaku kita sehari-hari.

Sebagai guru, saya tidak berharap kalian menjadi generasi yang sempurna. Saya berharap kalian menjadi generasi yang mau belajar, mau berubah, berani mencoba, mampu menghargai perbedaan, dan tidak kehilangan hati nurani di tengah kemajuan teknologi.

Kalian boleh menjadi generasi yang paling update.

Kalian boleh menguasai teknologi dan kecerdasan buatan.

Kalian boleh memiliki cita-cita setinggi langit.

Tetapi jangan pernah kehilangan tiga hal: karakter, kepedulian, dan identitas.

Karena masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar menggunakan teknologi, tetapi juga generasi yang tahu untuk apa teknologi itu digunakan.

Refleksi untuk Kita Semua

Pada Hari Kesaktian Pancasila ini, mari kita tidak hanya bertanya, “Apa yang sudah dilakukan bangsa ini untuk saya?”

Sesekali tanyakan juga:

“Apa yang bisa saya lakukan untuk bangsa ini?”

Mungkin hari ini jawabannya sederhana: belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah, menghargai teman, menjaga lingkungan, melestarikan budaya Indramayu, dan menggunakan media sosial dengan bijak.

Namun, kebiasaan kecil itulah yang kelak membentuk karakter besar.

Anak-anak sekalian, masa depan Indonesia sedang tumbuh di ruang-ruang kelas seperti kelas kalian hari ini.

Kalian bukan hanya siswa yang sedang belajar untuk menghadapi ujian. Kalian adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan.

Maka jadilah generasi yang modern tanpa kehilangan akar, berani tanpa kehilangan sopan santun, kritis tanpa kehilangan rasa hormat, dan maju tanpa melupakan jati diri.

Dari Indramayu, dari sekolah kita, dari ruang kelas sederhana ini, mari kita buktikan bahwa Pancasila bukan sekadar teks yang kita hafalkan.

Pancasila adalah nilai yang kita hidupkan.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila.

Berbeda bukan alasan untuk menjauh.
Beragam bukan alasan untuk terpecah.
Maju bukan alasan untuk melupakan akar.
Dan menjadi generasi masa depan bukan alasan untuk kehilangan karakter.

Salam pelajar Indonesia.
Salam generasi Gen Z dan Generasi Alpha.
Dari Indramayu untuk Indonesia.

Apakah informasi ini bermanfaat?