SEKILAS INFO
: - Rabu, 17-04-2024
  • 3 minggu yang lalu / Kegiatan smartren SMA NU Juntinyat berlangsung dari tanggal 25 Maret – 4 April 2024.
SMA NU Juntinyuat Gelar Ruqyah Aswajah

INDRAMAYU – Ratusan  siswa SMA NU Juntinyuat sangat antusias dalam mengikuti Doa dan Ruqyah diadakan oleh pihak sekolah bersama Team Jamiyah Ruqyah Aswajah Wiralodra Indramayu, agar para siswa mendapatkan bimbingan rokhani dalam pembersihan jiwa dengan metode Ruqyah, Selasa (10/9/2019 di Musholah Al Hidayah Kompek Yayasan Ibu Hj. Chodijah Segeran.

Rombongan Team Jamiyah Ruqyah Aswajah (JRA) Wiralodra Indramayu yang hadir diantaranya Ust. Sahari Mubaroq, Ust. HM. Saidi, Ust. Wawan, Ny. Tami, Ust. Saeful, Ust. Sulton, Ust. Syaikhu, H. Yatno, Ust. Ghofur dan Ust. Herman.

Ruqyah Aswaja adalah metode pengobatan yang sanadnya dari Rasulullah SAW. Ruqyah sering disebut juga suwuk atau jampi-jampi dari kiai.

Menurut Ketua JRA Indramayu,  Ust. Sahari Mubarok “ mengatakan, Kita sebagai orang Mukmin percaya, bahwa Al-Quran selain sebagai mu’jizat juga berfungsi sebagai syifa (obat) dari bermacam-macam jenis penyakit,”

Kepala SMA NU Juntinyuat, Burhanudin, M.Pd.I , mengatakan hal ini merupakan program yang luar biasa dan perlu diapresiasi serta dikembangkan,” Peristiwa inilah yang mendorong saya untuk menjadikan Ruqyah sebagai salah satu  dalam proses pembelajaran formal sekalipun. Sehingga pelajaran akan lebih masuk ke dalam hati para siswa karena tidak hanya bersifat teori, namun juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya penyembuhan yang bersumber dari medis modern adalah sunnatullah, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Sementara ruqyah merupakan salah satu metode penyembuhan dengan menggunakan doa dan bacaan ayat-ayat qur’an. Karenanya, ruqyah berperan sebagai bentuk pengobatan komplementer yang dapat disinergikan dengan pengobatan medis modern.

Pertama-tama peserta diminta meluruskan niat oleh  ustad Saeful . Niat untuk terbebas dari segala jin atas izin Allah SWT. Panitia juga sebelumnya sempat membagikan kantong plastik jaga-jaga jika nanti peserta ada yang mual kemudian muntah.

Doa yang dibacakan sang ustad saeful yaitu ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Fathihah dengan pola tertentu. Sesekali peserta diminta meniup telapak tangan mereka kemudian diusapkan ke perut mereka sendiri.

Pada sesi pertama belum ada reaksi. Peserta masih khusyuk dengan diri masing-masing. Baru di kesempatan kedua, beberapa terlihat ada yang mulai muntah atau sekedar mual-mual. Menurut ustad Saeful, mual, kepala berat, gemetar, merupakan gejala-gejala umum yang kerap ada saat ruqyah berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

WhatsApp chat