INFO
Selamat Datang di Website resmi SMA NU Juntinyuat
SPMB

Tafsir Alquran

Artikel 4

 

QS. AL-FĀTIḤAH AYAT 1

Oleh Dr.H.Burhanudin, M.Pd.I

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Tafsir Tahlili

Surah Al-Fātiḥah diawali dengan Basmalah. Para ulama berbeda pendapat mengenai kedudukan Basmalah, khususnya apakah ia termasuk ayat pertama Al-Fātiḥah atau merupakan ayat tersendiri sebagai pembuka setiap surah. Perbedaan ini juga berpengaruh pada cara membacanya dalam salat, apakah dikeraskan atau dipelankan.

Sebagian ulama, seperti Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, berpendapat bahwa Basmalah bukan bagian dari Al-Fātiḥah. Sementara Imam Syafi‘i dan sebagian ulama qiraah Mekah dan Kufah berpendapat bahwa Basmalah merupakan salah satu ayat Al-Fātiḥah. Perbedaan tersebut didasarkan pada riwayat-riwayat hadis tentang praktik Rasulullah SAW dan para sahabat dalam membaca Basmalah.

Secara makna, “Bismillāhirraḥmānirraḥīm” berarti memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, mengakui bahwa segala aktivitas dilakukan dengan pertolongan dan izin-Nya. Basmalah juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada manusia melalui Rasulullah SAW.

Kata Allah merupakan nama bagi Zat Yang Maha Esa, satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan memiliki seluruh sifat kesempurnaan. Sedangkan Ar-Raḥmān dan Ar-Raḥīm menunjukkan luasnya kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya.

Hikmah Membaca Basmalah

Membaca Basmalah sebelum melakukan pekerjaan yang baik mengandung beberapa hikmah:

1. Mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas.
2. Memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah.
3. Mendorong seseorang melakukan pekerjaan secara benar, sesuai dengan nilai dan aturan Allah.
4. Menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.
5. Menjadikan pekerjaan yang dilakukan dengan niat karena Allah sebagai amal yang bernilai ibadah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَمْ يُبْدَأْ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ أَقْطَعُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan Bismillāhirraḥmānirraḥīm, maka ia terputus (kurang keberkahannya).”
(Riwayat ‘Abdul-Qādir ar-Rahāwī)

Dengan demikian, Basmalah bukan sekadar ucapan pembuka, tetapi merupakan bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu dilakukan atas nama Allah, dengan memohon pertolongan-Nya, serta diarahkan kepada kebaikan dan keberkahan.

Inti kandungan QS. Al-Fātiḥah ayat 1:
Mulailah setiap kebaikan dengan menyebut nama Allah, niatkan karena-Nya, mohon pertolongan-Nya, dan laksanakan dengan cara yang diridai-Nya.

Apakah informasi ini bermanfaat?