SEKILAS INFO
: - Kamis, 15-04-2021
  • 12 bulan yang lalu / Kita dukung kebijakan pemerintah dan anjuran ulama dalam darurat Covid19 untuk STAY AT HOME, jaga kebersihan, terapkan social distancing. Semoga Indonesia segera terbebas dari wabah CORONA19
  • 12 bulan yang lalu / Selamat Datang d Website Resmi SMA NU Juntinyuat Indramayu Jawa Barat
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website SMA NU Juntinyuat Indramayu Jawa Barat
Praktek Kimia, bagaimana memahami SISTEM KOLIGATIF LARUTAN

Selalu berusaha memberikan tang terbaik bagi siswa siswi, Belajar bukan sekedar Teori tapi lebih pada praktek yang sebenarnya, siswa kelas 12 IPA1 bagaimana memahami SISTEM KOLIGATIF LARUTAN di lab KIMIA SMA nuju Canggih bersama ibu Guru Kimia Lasti Mutofifin, ST

Pada ilmu kimia, hal-hal tersebut dinamakan sifat koligatif larutan, Squad. Sifat koligatif larutan itu adalah suatu sifat larutan yang tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung pada sifat zat terlarut tersebut. Untuk istilah koligatif sendiri, berasal dari bahasa latin, yaitu colligarae yang artinya bergabung bersama. Terdapat empat macam sifat koligatif larutan, yaitu penurunan tekanan uap larutan jenuh, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik. Sebelum mempelajari sifat koligatif larutan, terlebih dahulu teman-teman harus memahami pengertian larutan dan partikel. Selain itu, teman-teman juga harus memahami pengertian senyawa elektrolit, senyawa nonelektrolit, ion dan molekul. Pastinya sudah mempelajarinya kan di kelas 10? Lalu, apakah air murni dapat dikatakan sebagai larutan? Yup! Air murni bukan termasuk ke dalam jenis larutan. Suatu larutan terbentuk apabila terdapat zat terlarut di dalam zat pelarut. Contohnya, apabila ke dalam air murni dimasukkan satu sendok gula, maka air murni tersebut berubah menjadi larutan gula. Air murni berperan sebagai pelarut dan gula berperan sebagai zat terlarut.

Secara garis besar, senyawa dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, pertama senyawa elektrolit dan kedua, senyawa nonelektrolit. Apabila suatu senyawa nonelektrolit ditambahkan kedalam air, maka akan terjadi peristiwa pelarutan. Sebagai contoh, ketika gula yang merupakan senyawa nonelektrolit dicampurkan ke dalam air maka akan mengalami pelarutan. Pada proses pelarutan, partikel-partikel gula akan menjauh satu sama lain dan bercampur dengan molekul air. Hasil dari pencampuran yang terjadi, disebut larutan gula.

TINGGALKAN KOMENTAR

WhatsApp chat